Ralae

Kamis, 17 Maret 2016

Tanda awal kehamilan

      Kehamilan merupakan sesuatu yang sangat diharapkan bagi pasutri, apalagi yang baru melangsungkan pernikahannya. Beberapa wanita mungkin telah mengetahui beberapa tanda awal kehamilan pada umumnya seperti mual muntah beserta pusing, tetapi bukan berarti setiap mual, muntah, pusing serta terlambat datang bulan itu pasti hamil ya Bunda.


 
     Yuk kita lihat beberapa tanda kehamilan lebih lengkap lagi, lebih banyak yang terdapat pada Bunda, lebih besar kemungkinan Bunda mengalami kehamilan. Berikut beberapa tandanya:

  • Terlambat datang bulan
    Bila Bunda memiliki siklus datang bulan yang teratur, tiba-tiba Bunda mengalami terlambat datang bulan sampai seminggu, itu bisa menjadi patokan yang lebih jelas lho Bun.
  • Pusing
  • Beberapa wanita yang hamil mungkin tidak merasakannya, akan tetapi banyak diantara mereka yang merasa pusing pada awal kehamilannya. 
  • Sensitif Bau
  • Bunda akan tidak suka dengan bau yang menyengat seperti parfum, atau masakan dengan bumbu yang tajam, karena baunya yang mencolok mungkin akan membuat Bunda semakin mual dan muntah.
  • Mual muntah
  • Mual muntah ini biasa disebut morning sickness, biasa datang dipagi hari nich Bun, Akan tetapi ada juga beberapa Bunda yang mengalami morning sickness ini tidak hanya pada pagi hari, bahkan bisa berkali- kali dalam sehari sampai terlihat lemas. Ini yang patut dikhawatirkan, karena selain terjadi dehidrasi mungkin Bunda akan mengalami penurunan berat badan sehingga harus menjalani perawatan medis.
  • Sering Meludah
  • Pada awal kehamilan ini bunda akan sering meludah, hal ini karena pengaruh hormon estrogen, kondisi ini akan berkurang setelah Bunda memasuki trimester kedua.
  • Nasfu makan menurun
  • Karena Bunda sering mual muntah bahkan pusing , hal ini akan membuat nafsu makan Bunda berkurang, tapi akan pulih kembali seiring berkurangnya mual muntah pada trimester kedua.
  • Mudah lelah
  • Hal ini dikarenakan kondisi fisik Bunda yang kurang fit, serta penyesuaian tubuh Bunda dengan keberadaan janin yang ada di rahim Bunda.
  • Sering buang air kecil
  • Frekuensi buang air kecil Bunda akan mengalami peningkatan, hal ini disebabkan adanya penekanan kandung kemih oleh calon janin Bunda yang sedang tumbuh.
  • Area puting menjadi lebih lembut dan gelap 
  • Bunda bisa bandigkan sekitar area puting sebelum dan ketika sedang hamil pasti memiliki perbedaan yang mencolok.
  • Perubahan bentuk tubuh
  • Bunda akan mengalami perubahan bentuk tubuh. Mulai dengan membesarnya dada, perut, paha, bahkan bokong dan lengan pun ikut memgalami pembengkakan. 
  • Positif tes kehamilan
  • Ketika Bunda mengalami beberapa tanda kehamilan di atas, tidak ada salahnya Bunda melakukan tes kehamilan mandiri dengan menggunakan testpack.

      Jika Bunda mengalami beberapa tanda awal kehamilan di atas dan tespack positif, Bunda bisa melanjutkan pemeriksaan selanjutnya ke bidan atau dokter kandungan Bunda. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan melalui usg untuk melihat kondisi rahim Bunda apakah ada penebalan bahkan kemungkinan sudah terlihat adanya kantong janin. Biasanya dokter akan memberikan jadwal pemeriksaan lebih lanjut untuk mendengar detak jantung janin dan itu adalah awal yang baik untuk bunda dan janin Bunda. Selamat atas kehamilan Bunda......
    Baca selengkapnya »
    Diposting oleh Unknown di 16.46 Tidak ada komentar:
    Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
    Label: Kehamilan

    Cara mengatasi biang keringat pada bayi

          Biang keringat bisa terjadi pada siapa pun. Namun kerap kali terjadi pada si kecil yang mempunyai keringat berlebih sehingga mengganggu keceriaannya. Biang keringat atau yang biasa diisebut miliaria ini merupakan ruam yang gatal serta bintik-bintik merah yang menimbulkan rasa gatal dan menyengat pada kulit. Mengapa biang keringat sering terjadi pada si kecil? Hal ini dikarenakan kelenjar keringat si kecil belum berfungsi secara baik. Selain itu aktifitas si kecil yang terlalu aktif juga bisa memicu biang keringat ini. Karena rasa gatal dan menyengat yang ditimbulkan biang keringat ini si kecil sering rewel bahkan sering kali mengganggu tidurnya. Biang keringat lebih sering muncul ketika musim panas datang dan udara di sekitar lembap, namun tidak menutup kemungkinan biang keringat ini terjadi pada musim dingin.





          Meskipun biang keringat ini tidak berbahaya, tetapi harus segera ditangani ya Bun. Biang keringat ini bisa sangat menular melalui kontak fisik, udara atau pakaian. Oleh karena itu sebaiknya dalam mencuci baju usahakan pisahkan pakaian si kecil untuk menghindari penularannya. Kasihan kan jika si kecil merengek gatal-gatal sepanjang hari. Mari kita kenali macam-macam biang keringat ini:




    Miliaria kristalina


    Miliaria kristalina ini merupakan sumbatan yang terjadi pada lapisan kulit atas.

    Ciri-cirinya adalah berupa gelembung kecil berukuran 1-2 mm berisi cairan jernih, namun tidak disertai kemerahan. Biasa terjadi pada area leher, dahi, punggung dan dada si kecil.




    Miliaria rubra

    Miliaria rubra ini merupakan sumbatan pada lapisan kulit bagian tengah.

    Ciri-cirinya adalah berupa gelembung kecil berukuran 1-2 mm berwarna merah. Biasanya gelembung ini tersebar, tetapi adapula yang berkelompok. Biang keringat semacam ini paling sering ditemukan pada bagian tubuh yang tertutup disertai keluhan yang sangat gatal dan pedih ketika si kecil berkeringat.



    Miliaria profunda

    Miliaria profunda ini merupakan sumbatan pada lapisan kulit bagian dalam

    Ciri-cirinya adalah berupa bintil-bintil putih berukuran 1-3 mm tiadak disertai kemerahan pada kulit. Biang keringat seperti ini jarang dijumpai. Biang keringat ini juga tidak terlalu gatal. Biang keringat ini sering terjadi pada area badan, lengan dan tungkai.




          Nah setelah kita ketahui macam-macam biang keringat, kita akan mengetahui biang keringat mana yang sering terjadi pada si kecil. Pada umumnya biang keringat semacam miliaria rubra ini yang sering kali tejadi pada si kecil serta menimbulkan rasa gatal yang luar biasa dan menyengat sehingga membuatnya tidak nyaman dan rewel.




          Beberapa langkah ini bisa Bunda coba untuk mengatasi biang keringat ini agar segera hilang dari tubuh si kecil.


    Mengatasi biang keringat dengan sederhana:

    Menjaga tubuh si kecil dari keringat yang berlebihan

    Dalam hal ini dapat dilakukan dengan mandi sesering mungkin ya Bun. Bila si kecil biasa mandi 2 kali dalam sehari, ketika biang keringat ini muncul Bunda bisa menambahkan mandi menjadi 3 kali dalam sehari. Dengan mandi tersebut tubuh si kecil akan terasa sejuk dan segar sehingga mengurangi keringat yang berlebih pada si kecil.


    Usahakan temperatur ruangan tetap sejuk

    Dalam kondisi cuaca yang panas, biang keringat akan semakin menjalar ke permukaan tubuh seperti dada, punggung, serta lipatan-lipatan tubuh si kecil. Alangkah baiknya Bunda memakai kipas angin atau ac dalam ruangan agar udara tetap sejuk.


    Memakai pakaian yang longgar dan menyerap keringat

    Untuk kenyamanan si kecil Bunda bisa memilih pakaian yang tidak terlalu ketat serta berbahan 100% katun agar cepat menyerap keringat. Bahan katun ini juga adem untuk dipakai si kecil dalam kesehariannya.




    Hindari menggaruk biang keringat


    Usahakan jangan menggaruk biang keringat ya Bun. Menggaruk biang keringat bisa menyebabkan biang keringat menjalar ke bagian tubuh lain, meskipun menggaruk biang keringat bisa mengurangi rasa gatal untuk sementara waktu.




    Mengatasi biang keringat dengan obat-obatan:

    Penggunaan bedak tabur

    Bedak tabur yang sudah dikenal sejak dulu untuk mengatasi biang keringat adalah bedak salicyl. Untuk bayi Bunda bisa pilih salicyl yang cito ya Bun. Bedak salicyl cito ini tidak terlalu panas untuk bayi.




    Penggunaan salep hirokortison atau lotion calamine.

    Salep hidrokortison atau lotion calamine ini dapat membantu meredakan gatal-gatal pada si kecil. Keduanya biasa dijual bebas di apotek. Namun sebaiknya Bunda tanyakan kepada dokter untuk penggunaannya.




          Untuk Bunda yang tidak ingin menggunakan obata-obatan kimia, Bunda bisa menggunakan tepung kanji. Tepung kanji atau biasa disebut tepung tapioka ini ternyata bisa digunakan untuk meredakan biang keringat lho Bun. Tepung kanji ini memiliki sensasi dingin sehingga dapat mengurangi biang keringat. Cara penggunaannya cukup mudah dengan memandikan bayi terlebih dahulu kemudian mencampur tepung kanji ini dengan sedikit air dan dioleskan pada bagian kulit yang terkena biang keringat.


          Setelah mengetahui bebrapa penyebab dan juga cara mengatasi biang keringat Bunda bisa segera menanganinya dengan cepat. Meskipun tidak berbahaya namun bisa mengganggu kesehatan kulit, keceriaaan dan juga aktifitas si kecil. Semoga bermanfaat....














    Baca selengkapnya »
    Diposting oleh Unknown di 16.41 Tidak ada komentar:
    Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
    Label: Perawatan bayi

    Cara mengatasi gumoh pada bayi

          Muntah pada bayi atau yang biasa disebut gumoh ini sering membuat Bunda khawatir. Sebenarnya gumoh itu bahaya gak sih? Gumoh pada bayi sebenarnya adalah kondisi normal asal tidak terlalu berlebihan ya Bun. Gumoh ini sering terjadi pada bayi yang baru lahir. Hal ini akan hilang dengan sendirinya seiring matangnya sistem pencernaan si kecil. Gumoh ini adalah suatu proses untuk mengeluarkan udara yang terhisap ketika si kecil menyusu. Walaupun terkesan tidak berbahaya perlu Bunda ketahui beberapa penyebab gumoh pada si kecil agar si kecil merasa nyaman.



    Berikut beberapa penyebab gumoh pada si kecil :

    Bayi terlalu banyak minum asi atau susu formula

    Kapasitas lambung bayi yang baru lahir masih sangatlah kecil yaitu sebesar biji kelereng. Jika bayi terlalu banyak menyusu bisa jadi lambung tidak menampung dan akhirnya dimuntahkan lagi.


    Posisi menyusu yang kurang tepat

    Posisi menyusu yang kurang tepat bisa menyebabkan gumoh ini. Misalnya bayi menyusu dengan posisi terlentang. Hal ini menyebabkan asi tidak masuk ke dalam lambung tapi bisa masuk ke saluran nafas Bun. Ini justru akan berbahaya. Usahakan ketika menyusu posisikan kepala bayi lebih tinggi dari badannya.


    Bayi menangis tidak dapat ditenangkan

    Jika si kecil menangis terus-menurus bisa menyebabkan gumoh lho Bun. Hal ini disebabkan tekanan perut bayi menjadi kuat sehingga asi atau susu formula terdorong keluar.


    Sistem pencernaan bayi belum sempurna

    Pencernaan bayi yang belum sempurna kerap kali memicu gumoh ini. Seperti halnya klep penutup pada lambung yang belum berfungsi secara sempurna membuat asi atau susu formula terdorong kembali ke atas.


          Telah kita bahas beberapa penyebab gumoh di atas ya Bun. Sekarang apa yang perlu Bunda lakukan untuk mengurangi gumoh tersebut.

    Berikut beberapa tips untuk mengurangi gumoh:

    Berikan asi atau susu formula sesuai kapasitas lambung bayi ya Bun.

    Dalam hal ini jangan terlalu berlebihan. Jika Bunda elihat tanda-tanda si kecil mau muntah sementara hentikan pemberian asi.


    Usahakan posisi bayi aman dan nyaman ketika menyusu.

    Dalam hal ini posisikan kepala bayi lebih tinggi dari perutnya.


    Jika si kecil menggunakan dot perlu Bunda perhatikan lubang dotnya.

    Sesuaikan lubang dot sesuai umur si kecil. Jangan terlalu besar atau kecil ya Bun. Jika trlalu besar susu akan mengalir deras menyebabkan si kecil kuwalahan sehingga dapat emicu gumoh. Akan tetapi jika lubang dot terlalu kecil keungkinan udara luar akan lebih banyak masuk ke dalam mulut si kecil.


    Setelah menyusu usahakan sendawakan si kecil

    Caranya adalah posisikan bayi tegak di sandaran pundak Bunda.




          Setelah Bunda lakukan beberapa tips di atas, jika bayi tetap mengalami gumoh Bunda bisa lakukan pertolongan awal yaitu


    Dengan melihat posisi si kecil ketika gumoh.

    Jika si kecil dalam posisi tidur terlentang maka miringkan posisinya. Apabila si kecil gumoh saat digendong maka bungkukkan sedikit badan nya.


    Jangan sekali kali mengangkat bayi saat gumoh ya Bun.

    Mengangkat si kecil ketika gumoh justru akan membahayakannya. Hal ini dikarekan gumoh bisa masuk ke paru-paru sehingga dapat menyumbat pernapasannya. Biarkan si kecil gumoh sampai selesei tidak perlu Bunda menahannya.



          Telah kita bahas tadi seputar gumoh pada bayi ya Bun. Untuk para Bunda tidak perlu cemas berlebihan dengan fenomena gumoh ini. Jika memang gumoh terlalu sering dan mengganggu kenyamanan dan juga kenaikan berat badan si kecil, Bunda bisa konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

















    Baca selengkapnya »
    Diposting oleh Unknown di 16.36 Tidak ada komentar:
    Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
    Label: Perawatan bayi

    Selasa, 15 Maret 2016

    Cara mengatasi sembelit pada bayi

          Sembelit merupakan masalah yang sering dijumpai bayi pada umumnya. Sembelit ini sangat erat hubungannya dengan apa yang dikonsumsi oleh bayi berupa makanan atau minuman.




          Nah Bagaimana dengan bayi yang masih dalam masa asi eksklusif ? BAB bayi dalam masa asi ekslkusif tidak ada batas normalnya, bahkan tidak BAB seminggu sampai 10 hari pun tidak masalah. Beda halnya setelah bayi mendapatkat MPASI, kemungkinan sembelit akan mudah terjadi dikarenakan bayi sudah mulai memakan makanan padat. Pada bayi yang masih dalam masa asi eksklusif tidak akan mengalami sembelit ini. Hal ini dikarenakan asi sangatlah mudah untuk dicerna oleh bayi sehingga menjaga tinja tetap lembek. Perlu Bunda ketahui bahwa pada bayi dengan asi ekslusif BAB jarang itu justru malah bagus. Hal ini pertanda bahwa pencernaan si kecil bagus karena asi telah dicerna dengan sempurna. Maka dari itu bayi dengan asi eksklusif tidak pernah mengalami sembelit. Jadi para Bunda tidak perlu khawatir jika bayi Bunda tidak pup selama seminggu......


          Sistem pencernaan bayi yang masih belum sempurna ini terkadang memang kaget mencerna makanan semi padat yang baru dia dikenal pada awal pemberian MPASI walaupun tidak semua bayi sembelit pada awal MPASI-nya.


    Yuk kita kenali berbagai penyebab sembelit pada bayi :

    • Sembelit bisa terjadi karena kekurangan cairan.
    • Pemberian mpasi yang rendah serat dan air juga dapat menyebabkan sembelit.
    • Sembelit juga bisa disebabkan adanya riwayat pada keluarga. 
    • Pemberian susu formula yang terlalu kental juga dapat memicu terjadinya sembelit ini. 
    • Sembelit juga bisa disebabkan oleh hirschprung yaitu masalah gerakan usus.
    • Alergi makanan tertentu juga dapat memicu sembelit ini. 


          Mengingat sembelit adalah masalah yang sering dijumpai si kecil di atas 6 bulan, maka perlu Bunda ketahui ciri-ciri sembelit sabagai berikut :

    • Buang air besar menjadi lebih jarang bisa di atas 4 hari bahkan lebih. Hal ini tidak berlaku untuk bayi dalam masa asi ekslusif ya Bun.

    • Si kecil kelihatan mengejan beberapa kali bahkan sampai menangis kesakitan, tetapi tinja tak kunjung keluar.

    • Tinja si kecil berbentuk bulat, kering, dan susah keluar.


          Susah buang air pada bayi memang harus segera diatasi, selain menyebabkan ketidaknyamanan sembelit juga menyebabkan bayi takut BAB, namun Bunda sebaiknya tidak buru-buru memakai obat pencahar. Obat pencahar selain tidak bagus untuk bayi juga akan membuat bayi ketagihan dan malas mengejan.


         Bagi bayi Bunda yang mengalami sembelit, Bunda bisa lakukan langkah-langkah ini :


    Memijat perut bayi

    Bunda bisa memijat perut bayi dengan lembut searah jarum jam. Lakukan secara perlahan selama sekitar 2 menit.



    Lakukan olahraga kecil

    Posisikan bayi Bunda dengan badan terlentang, kemudian cobalah gerakkan kaki si kecil seolah gerakan mengayuh sepeda.



    Berikan tambahan cairan

    Bunda bisa menambahkan jus apel atau pir sebagai mpasi si kecil, karena buah tersebut mengandung serat yang tinggi serta baik untuk pencernaan si kecil.



    Kenali makanan penyebab sembelit

    Kurangi makanan penyebab sembelit seperti nasi keras, pisang, wortel, dan juga buah salak.


          Itulah beberapa langkah untuk mengatasi sembelin pada buah Hati Bunda. Bunda bisa coba lakukan pada bayi Bunda. Apabila sembelit tidak kunjung sembuh bahkan berulang, Bunda dapat berkonsultasi ke dokter untuk mendapat penanganan lebih serius.











    Baca selengkapnya »
    Diposting oleh Unknown di 09.54 Tidak ada komentar:
    Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
    Label: Perawatan bayi

    Cara mengatasi demam pada bayi

          Demam sering dialami sebagian orang pada umum.Tetapi demam ini sering terjadi pada bayi mengingat sistem imunnya yang masih lemah. Demam pada bayi sering membuat para Bunda menjadi cemas. Demam bukanlah penyakit. Demam sebenarnya adalah alarm dan pertahanan tubuh ketika ada benda asing yang masuk dalam tubuh. Misalnya bayi Bunda baru mendapat imunisasi atau terkaena infeksi oleh virus. Bila tubuh kita mampu mengatasi infeksi virus tersebut maka akan kembali normal. Bayi dikatakan demam apabila suhunya lebih dari 37,5 derajat celcius. Kenali penyebab demam bayi Bunda sebelum memberi antibiotika ataupun cek darah karena dapat merugikan si kecil. Pemberian antibiotika yang belebihan akan membuat pertahanan tubuh semakin lemah sehingga lebih mudah terjangkit oleh virus. Bahkan terburu-buru melakukan cek darah jika dapat menyebabkan trauma pada si kecil. Nah jika demam itu terjadi karena inveksi virus biasanya akan sembuh sendiri dalam waktu kurang lebih 4 hari, akan tetapi jika demam itu terjadi karena infeksi bakteri maka butuh antibiotika. Pemberian antibiotika pada bayi memang tidak disarankan. Sebaiknya atas petunjuk dokter ya Bun...




          Sebelum memberikan antibiotika pada si kecil, alangkah baiknya Bunda melakukan pertolongan awal pada demam seperti :


    Mengompres si kecil dengan air hangat

    Mengapa tidak dengan air es atau alkohol? Air es akan membuat suhu tubuh mendadak dingin, itu akan memicu suhu tubuh menjadi lebih panas. Penggunaan alkohol juga berbahaya jika terhirup oleh bayi. Oleh sebab itu hangat sangat disarankan sebagai kompres ketika demam. Hal ini dikarenakan air hangat dapat langsung menuju pusat tubuh sehingga akan cepat menurunkan demam.


    Memeriksa suhu tubuh si kecil dengan termometer

    Suhu normal tubuh adalah 36-37 derajat, sehingga apabila bayi Bunda mengalami kenaikan suhu tubuh di atas 37,5 derajat celcius maka patut Bunda curigai. Bunda dapat memeriksa suhu si kecil secara berkala dengan menggunakan termometer pada ketiak, atau lipatan pahanya.


    Beri pakaian si kecil pakaian yang tipis

    Beri pakain si kecil dengan pakaian yang tipis ketika demam agar panas tubuh si kecil cepat keluar. Sebaiknya hindari pakaian yang tebal atau selimut ya Bun. Pakaian yang tebal dan selimut akan membuat panas tubuh tidak kunjung turun, malah akan semakin panas. Bunda juga harus menjaga tempratur ruangan serta sirkulasi udara agar tetap sejuk dan nyaman.


    Berikan cairan yang lebih

    Jika si kecil masih menyusu, berikan asi sesering mungkin ya Bun. Jangan sampai si kecil mengalami dehidrasi. Pemberian asi yang sering selain mencegah dehidrasi, asi juga mengandung komponen yang bagus untuk sistem imun bayi.




    Segera konsultasikan ke dokter :

    • Bila Bunda sudah melakukan langkah-langkah di atas, namun demam si kecil masih tinggi bahkan lebih dari 38 derajat celcius. Mungkin dokter akan memberikan paracetamol.
    • Si kecil tidak mau menyusu
    • Si kecil mengalami dehidrasi, dengan berkurangnya frekuensi buang air kecil.
    • Menangis terus dan tidak dapat ditenangkan.
    • Si kecil mengalami muntah atau diare terus menerus.
    • Badan si kecil lemas, tidak mau beraktivitas, atau berbaring di tempat tidur sepanjang hari.
    • Si kecil mengalami sesak napas.








    Baca selengkapnya »
    Diposting oleh Unknown di 09.39 Tidak ada komentar:
    Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
    Label: Perawatan bayi

    Senin, 14 Maret 2016

    Warna testpack samar-samar hamilkah?

          Bagi Bunda yang belum pernah mengalami kehamilan memang tidak mudah untuk mendeteksi kehamilan, karena gejalanya pun tidak sama pada setiap wanita. Tetapi jika Bunda merasa mengalami gejala morning sickness disertai terlambat datang bulan, Bunda bisa mencoba alat testpack ini secara pribadi di rumah agar Bunda tidak merasa penasaran. Apalagi jika Bunda memiliki siklus haid yang teratur, terlambat datang bulan bisa menjadi petunjuk awal yang baik.




          Perlu Bunda ketahui bahwa sebuah hasil negatif dari tes kehamilan dengan test pack belum tentu Bunda tidak sedang hamil. Terkadang bisa juga sebenarnya Bunda sedang hamil lho. Hal ini dikarenakan Bunda melakukan tes kehamilan dengan alat tersebut terlalu cepat. Dengan test kehamilan yang terlalu cepat terkadang warna test pack ini masih berupa garis samar.


          Nah Warna test pack yang samar – samar ini sering membuat penasaran bagi Bunda yang belum pernah hamil. Apakah ini terjadi pada Anda? Yuk kita bahas mengapa test pack bisa samar-samar ya?


        Ternyata cara kerja test pack ini adalah mendeteksi hormon human chorionic gonadotropin atau biasa disebut HCG. Nah ketika kehamilan terjadi, plasenta akan berkembang dan memproduksi hormon tersebut ke aliran darah yang ternyata disekresi melalui urine. Pada minggu pertama jumlah hormon HSG yang diproduksi masih dalam jumlah kecil, namun akan makin banyak dalam waktu yang banyak seiring dengan berkembangnya janin dalam rahim Bunda. Jika Bunda melakukan test kehamilan dengan alat ini secara dini mungkin akan terjadi warna yang samar. Hal ini dikarenakan jumlah hormon HCG dalam urine Bunda masih sedikit.


         Nah karena testpack ini mendeteksi jumlah hormon HCG dalam urin, maka pilihlah alat testpack yang bagus tingkat kepekaannya. Alat testpack yang bagus adalah yang memiliki sedikit tingkat HCG/ml urinnya.


          Bunda dapat melakukan test kehamilan dengan test pack ini kapan saja. Namun untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat sebaiknya Bunda perhatikan langkah-langkah berikut ini :

    • Pertama Belilah test pack yang diatur oleh FDA. Bunda dapat memeriksa database online FDA untuk mengetahui merek tespack diatur mereka. Tanyakan kepada apoteker test pack yang memiliki tingkat keakuratan yang tinggi. Bacalah petunjuk penggunaan dalam kemasan agar tidak terjadi kesalahan dalam pemakaian.

    • Bunda harus cek juga kapan tanggal kadaluwarsanya agar dapat mendapatkn hasil yang baik.


    • Selanjutnya Bunda melakukan test kehamilan ini pada pagi hari setelah bangun tidur. Hal ini dikarenakan kadar HCG yang terbanyak pada urine adalah ketika waktu tersebut.


    • Usahakan sebelum menggunakan test pack ini jangan terlalu banyak minum ya Bunda, karena kondisi urin yang terlalu cair bisa mempengaruhi hasil test pack.


    • Lakukan test pack berulang untuk lebih meyakinkan Bunda.


            Jika Bunda telah melakukan langkah di atas, jika hasilnya samar-samar dan Bunda belum yakin, silahkan menghubungi dokter kandungan untuk melakukan tes lainnya misalnya menggunakan USG yang jauh lebih akurat. Dokter akan memberi penjelasan kepada Bunda tentang langkah berikutnya.
    ​​
    Baca selengkapnya »
    Diposting oleh Unknown di 08.10 3 komentar:
    Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
    Label: Kehamilan

    Minggu, 13 Maret 2016

    Tanda tanda akan melahirkan

          Kelahiran Sang buah hati adalah moment yang ditunggu-tunggu bagi Bunda setelah sekian lama mengalami proses kehamilan dalam suka cita. Tanda-tanda melahirkan dapat diperkirakan berdasarkan gejala yang muncul pada Bunda dalam masa kehamilan. Tentunya hal ini berbeda bagi setiap ibu hamil tergantung dari kondisi ibu hamil tersebut.



          Berdasarkan pengalaman penulis dan juga berbagai sumber, tanda kelahiran normal bisa diperkirakan menurut gejala-gejala kehamilan pada trimester ketiga, bibloggerbbbasanya muncul pada Bunda pada kehamilan minggu ke-38 sampai minggu ke-40. Nah bagi para Bunda yang sedang hamil maupun suami siaga dapat segera mempersiapkan diri untuk menuju tempat melahirkan terdekat. Jangan lupa mempersiapkan segala sesuatunya ya Bun.

         Berikut beberapa tanda melahirkan :

    • Kepala bayi mulai begeser ke bawah
    • Posisi kepala bayi akan mengalami pergeseran. Hal ini akan dapat dirasakan Bunda pada kehamilan trimester ketiga, ketika perut bagian atas Bunda mulai kosong karena calon buah hati menuju ke mulut rahim.

    • Ingin buang air tergesa-gesa
    • Gejala ini sering dialami oleh Bunda pada kehamilan trimesteer ketiga. Tapi kali ini sangat berbeda. Karena kepala bayi mulai bergeser ke bawah tadi menjadikan terjadinya dorongan yang hebat yang akan membuat Bunda benar-benar ingin Buang air dengan tergesa-gesa. Hal ini juga disebabkan posisi calon si kecil yang semakin mendorong ke arah bawah lho Bun. 


    • Mengerasnya perut ibu hamil
    • Perut Bunda akan terasa mengeras seiring mendekatnya proses kelahiran. Hal ini disebabkan karena calon bayi yang mulai turun ke mulut rahim tersebut Bunda. Rasa mulas juga membuat perut Bunda terasa lebih kencang.

    • Gerakan calon si kecil dalam perut akan mulai melambat
    • Pada kehamilan normal si kecil dalam rahim Bunda akan lebih sering bergerak. Hal ini menandakan bahwa janin dalam keadaan normal. Gerakan janin seperti menendang-nendang akan membuat hati Bunda semakin lega karena kondisi janin dalam keadaan sehat. Tetapi berbeda dengan kondisi semakin dekat dengan persalinan, gerakan si kecil akan mulai melambat. Hal ini dikarenakan calon buah hati Bunda sedang mengatur posisi kelahirannya.

    • Bentuk tubuh mulai mengalami perubahan
    • Perubahan hormon Bunda pada pada saat akan melahirkan menjadikan bentuk tubuh Bunda berubah, seperti tulang kemaluan yang melebar, membuat dasar panggul semakin lunak untuk mempermudah jalan keluar Sang buah hati saat persalinan. Bentuk payudara Bunda juga akan semakin membesar seiring persiapan proses produksi asi.

    • Keluar plek darah
    • Tanda-tanda melahirkan lainnya yaitu dengan keluarnya plek darah pada cairan vagina. Memang berbeda-beda pada setiap ibu hamil, Ada yang mengalami nya dan ada yang tidak. Kebetulan penulis juga mengalaminya.

    • Kontraksi
    • Kontraksi ini cukup berbeda ya Bun. Pada kondisi dekat dengan persalinan, durasi kontraksi ini semakin sering dan akan semakin kuat. Jika rasa mulas ini berada sekitar !0 menit sekali maka makin deket proses melahirkan. Segeralah Bunda menuju tempat melahirkan terdekat.

    • Pembukaan
    • Tanda melahirkan yang kami bahas terakhir ini adalah terjadinya pembukaan. Biasanya bidan atau dokter akan melakukan tindakan pemeriksaan pembukaan ini setelah terjadinya kontraksi yang semakin sering dan teratur. Secara umum pembukaan ini naik satu per satu setiap sekitar 2 jam sekali, tetapi setiap ibu hamil tidaklah sama. Ada yang naik perlahan, ada yang naik nya sangat lambat, justru ada pula yang sangat cepat.

         Sebaiknya Bunda memahami berbagai macam tanda kehamilan tersebut di atas karena sangat penting untuk Bunda ketahui agar proses persalinan Bunda semakin lancar. Sering konsultasikan kehamilan Bunda kepada bidan atau dokter kandungan untuk mengetahui kondisi dan posisi janin, begitu pula untuk mengetahui kemungkinan proses kelahiran Bunda secara normal ataupun sesar. Jika ada kelainan dengan posisi janin , tali pusar ataupun kelainan lainnya, biasanya bidan atau dokter akan menyarankan persalinan Bunda di rumah sakit untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sedia payung sebelum hujan ya Bun, Semoga persalinan Bunda lancar dan ibu beserta bayi dalam keadaan sehat.

















    Baca selengkapnya »
    Diposting oleh Unknown di 00.42 Tidak ada komentar:
    Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
    Label: Kehamilan
    Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
    Langganan: Postingan (Atom)

    Label

    • Kehamilan
    • lain-lain
    • Perawatan bayi

    Entri Populer

    • Warna testpack samar-samar hamilkah?
            Bagi Bunda yang belum pernah mengalami kehamilan memang tidak mudah untuk mendeteksi kehamilan, karena gejalanya pun tidak sama pada s...
    • Cara mencairkan dana bpjs TK 100 % bagi yang sudah berhenti bekerja
           Bagi anda yang ingin mencairkan dana JHT, ada kabar gembira bahwa hasil revisi Peraturan Pemerintah No 46 tahun 2015 tentang Jaminan H...
    • Cara menaikkan berat janin dalam kandungan
           Mengontrol kondisi kandungan secara teratur merupakan hal yang penting untuk Bunda lakukan, karena dengan pemeriksaan itulah Bunda meng...
    • Tanda awal kehamilan
             Kehamilan merupakan sesuatu yang sangat diharapkan bagi pasutri, apalagi yang baru melangsungkan pernikahannya. Beberapa wanita mung...
    • Cara mengatasi biang keringat pada bayi
            Biang keringat bisa terjadi pada siapa pun. Namun kerap kali terjadi pada si kecil yang mempunyai keringat berlebih sehingga menggangg...
    • Tanda tanda akan melahirkan
            Kelahiran Sang buah hati adalah moment yang ditunggu-tunggu bagi Bunda setelah sekian lama mengalami proses kehamilan dalam suka cita....
    • Buah-buahan yang bagus untuk ibu hamil
            Buah sangatlah penting untuk Bunda terutama dalam masa kehamilan, karena buah mengandung berbagai macam nutrisi dan serat untuk menceg...
    • Tips cepat hamil
            Artikel kali ini adalah tentang bagaimana cara agar segera diberi momongan. Kehamilan memang moment yang sangat dinantikan oleh pasang...
    • Mengatasi mual muntah saat hamil
             Bagi Bunda pada kehamilan trimester awal, mual muntah merupakan hal yang sering dijumpai, Pada sebagian besar ibu hamil mual muntah d...
    • Mengenal Bab bayi asi ekslusif
            Memahami BAB pada bayi sangatlah penting untuk mengetahui kondisi kesehatan bayi terutama sistem pencernaannya. Tentang kondisi tinja ...

    Arsip Blog

    • ▼  2016 (15)
      • ▼  April (1)
        • Mengenal Bab bayi asi ekslusif
      • ►  Maret (14)
    © 2016 Ralae
    Partner blog :
    Powered by Blogger